dasar Ling kata-kata yg menjadi
dasar bentukan kata yg lebih besar, msl jual menjadi dasar bentuk jualan kata
jualan menjadi dasar bentukan kataberjualan;
1.bapak/ba•pak/ n 1 orang tua
laki-laki; ayah; 2 orang laki-laki yg dl pertalian kekeluargaan boleh dianggap
sama dng ayah (spt saudara laki-laki ibu atau saudara laki-laki bapak): --
kecil; -- tiri; 3 orang yg dipandang sbg orang tua atau orang yg dihormati (spt
guru, kepala kampung); 4 panggilan kpd orang laki-laki yg lebih tua dr yg
memanggil; 5 orang yg menjadi pelindung (pemimpin, perintis jalan, dsb yg
banyak penganutnya): Ki Hadjar Dewantara dipandang sbg -- Pendidikan Nasional;
6 cak pejabat: biaya menghibur dan menjamu makan -- dianggap mengurangi laba
kotor perusahaan;
-- ayam cak bapak yg tidak
memikirkan anaknya;
-- badari cak pemimpin yg memakai
nama pengikutnya untuk memperoleh keuntungan;
-- bangsa bapak pejuang
kemerdekaan, perintis dan pendiri negara republik;
-- besar 1 kakek; 2 paman yg tua;
-- bungsu paman termuda yg dianggap
sbg ayah;
-- kecil adik laki-laki ibu
(bapak); paman;
-- muda bapak kecil;
-- pendiri 1 pendiri suatu lembaga
atau pergerakan; 2 tokoh yg dianggap sbg yg meletakkan dasar pendirian suatu
negara;
-- tiri laki-laki (bukan ayah) yg
kawin dng ibu kandung;
-- tua kakak laki-laki ibu (bapak);
2.sangat/sa•ngat/ adv 1
terlebih-lebih (halnya, keadaannya, dsb); amat; terlalu: rumahnya -- jauh dr
sini; 2 payah (tt penyakit); teruk: penyakitnya bertambah --; 3
sungguh-sungguh: Bapak diminta dng -- supaya datang di kantor hari ini;
sangat-sangat/sa•ngat-sa•ngat/ adv
1 terlampau amat: berita itu - memedihkan; 2 dng sungguh-sungguh (benar-benar):
meminta -;
bersangatan/ber•sa•ngat•an/ adv
amat sangat;
menyangatkan/me•nya•ngat•kan/ v
menjadikan sangat (hebat, keras, parah, dsb): kematian ayahnya yg disusul oleh kematian
ibunya - kesedihannya;
tersangat/ter•sa•ngat/ v teramat
sangat;
mempersangat/mem•per•sa•ngat/ v
menjadikan lebih hebat (keras, parah, dsb); menyebabkan bertambah sangat;
memperhebat: penghinaannya yg berulang kali - kebencianku kepadanya; obat itu -
penyakitnya, bukan mengurangi;
mempersangatkan/mem•per•sa•ngat•kan/
v mempersangat;
kesangatan/ke•sa•ngat•an/ a
melampaui batas (tt tingkah laku); keterlaluan: kenakalannya - sehingga ia
dibenci orang
3.bus 1 n kendaraan bermotor
angkutan umum yg besar, beroda empat atau lebih, yg dapat memuat penumpang
banyak;
-- antarkota bus yg melayani
angkutan penumpang antara kota yg satu dan kota yg lain;
-- cepat bus yg melayani secara
cepat angkutan penumpang antara satu tempat (kota) dan tempat (kota) lain,
tanpa berhenti dan tidak menaikkan penumpang di tengah jalan;
-- karyawan bus pegawai;
-- kota bus yg melayani angkutan
penumpang di dl kota;
-- malam bus yg melayani angkutan
penumpang pd malam hari;
-- pasar bus yg digunakan khusus
untuk melayani angkutan pasar;
-- patas bus umum yg melayani
angkutan penumpang secara cepat (waktunya) dan terbatas (sesuai dng jumlah
tempat duduk);
-- pegawai bus yg digunakan khusus
untuk mengangkut pegawai;
-- sekolah bus yg khusus melayani
angkutan murid-murid sekolah;
-- tingkat bus yg mempunyai dua
lantai dan sekaligus dua ruang penumpang dng sistem tingkat;
-- wisata bus yg digunakan khusus untuk
melayani perjalanan wisata
4. diri 1/di•ri / n 1 orang seorang
(terpisah dr yg lain); badan: ia menyesali -- nya; untuk kepentingan -- nya
sendiri; 2 tidak dng yg lain: pekerjaan itu dilakukannya seorang --; 3 dipakai
sbg pelengkap beberapa kata kerja untuk menyatakan bahwa penderitanya atau
tujuannya adalah badan sendiri:janganlah bunuh -- , kasihanilah anak- anakmu;
kami minta -- , hari sudah menjelang magrib; 4 Sas engkau: pergilah --
lekas-lekas
5. malaikat/ma•lai•kat/ n makhluk
Allah yg taat, diciptakan dr cahaya, mempunyai tugas khusus dr Allah;
-- Atid malaikat yg bertugas
mencatat perbuatan jahat manusia;
-- Israfil malaikat yg bertugas
meniup sangkakala (pd hari kiamat dan hari kebangkitan);
-- Izrail malaikat yg bertugas
mencabut nyawa;
-- Jibril malaikat yg bertugas
menyampaikan wahyu kpd para rasul dan nabi;
-- Malik malaikat yg bertugas
menjaga neraka;
-- Mikail malaikat yg bertugas
menurunkan rezeki untuk manusia;
-- Munkar dan Nakir malaikat yg
bertugas menanyai mayat di dl kubur;
-- Pelindung Kat malaikat yang
bertugas menjaga dan membimbing manusia;
-- Rakib malaikat yg bertugas
mencatat kebaikan manusia;
-- Ridwan malaikat yg bertugas
menjaga surga
6. amal n 1 perbuatan (baik atau
buruk): ia dihormati orang krn -- nya yg baik, bukan krn kedudukan atau
kekayaannya; 2 perbuatan baik yg mendatangkan pahala (menurut ajaran agama
Islam): berbuat -- kpd fakir miskin; salat adalah -- ibadat manusia kpd Allah;
3 yg dilakukan dng tujuan untuk berbuat kebaikan thd masyarakat atau sesama manusia
(memberi derma, mengumpulkan dana untuk membantu korban bencana alam,
penyandang cacat, orang jompo, anak yatim piatu, dsb): membuka dompet -- ,
mengumpulkan sumbangan melalui surat kabar untuk menyumbang korban banjir dsb:
penjualan prangko --; penyelenggaraan pertunjukan --;
-- ibadah Isl perbuatan yg
merupakan pengabdian kpd Allah, spt salat dan zakat;
-- jariah Isl perbuatan baik untuk
kepentingan masyarakat (umum) yg dilakukan terus-menerus dan tanpa pamrih;
perbuatan sosial;
-- saleh Isl perbuatan yg
sungguh-sungguh dl menjalankan ibadah atau menunaikan kewajiban agama spt perbuatan
baik thd sesama manusia;
beramal/ber•a•mal/ v 1 berbuat
kebajikan; memberi sumbangan atau bantuan kpd orang miskin, organisasi sosial,
dsb; 2 melakukan sesuatu yg baik, spt memberi nasihat, bekerja untuk
kepentingan masyarakat, mengajarkan ilmu, mengaji; 3 berdoa, memohon kpd Tuhan:
tebal imannya dan rajin ~; 4berbuat amal;
mengamalkan/meng•a•mal•kan/ v 1
melaksanakan; menerapkan: ~ ilmunya bagi masyarakat; 2 menunaikan (kewajiban,
tugas, dsb): almarhum telah ~ kewajibannya sbg pahlawan bangsa; 3 menyampaikan
(cita-cita, maksud, hasrat,dsb): pemuda yg kreatif itu hendak ~ gagasannya; 4
mendermakan; menyumbangkan: ia memutuskan akan ~ hadiah yg diterimanya untuk
anak-anak cacat;
amalan/amal•an/ n 1 perbuatan
(baik): tiap ~ yg baik ada pahalanya; 2 perbuatan, bacaan yg harus dikerjakan
dl rangkaian ibadah, spt dl ibadah haji dan salat;
pengamal/peng•a•mal/ n 1 (orang) yg
melaksanakan atau menerapkan suatu gagasan (doktrin, falsafah); pelaksana;
penerap: alat negara seyogianya sekaligus berfungsi sbg penggerak dan ~
Pancasila; 2 (orang) yg beramal atau mengamalkan sesuatu (harta, ilmu);
pengamalan/peng•a•mal•an/ n 1
proses, cara, perbuatan mengamalkan, melaksanakan; pelaksanaan; penerapan; 2
proses, cara, perbuatan menunaikan (kewajiban, tugas); 3 proses, cara,
perbuatan menyampaikan (cita-cita, gagasan); 4 proses, cara, perbuatan menyumbangkan
atau mendermakan
7. kiamat /ki•a•mat / 1 n hari
kebangkitan sesudah mati (orang yg telah meninggal dihidupkan kembali untuk
diadili perbuatannya); 2 n hari akhir zaman (dunia seisinya rusak binasa dan
lenyap): sampai -- ia tidak akan dapat mengerjakannya; 3 v berakhir; tidak akan
muncul lagi: kekalahan yg beruntun, baik dl perebutan Piala Thomas maupun dl
Asian Games baru-baru ini, membuat dunia bulu tangkis Indonesia spt akan --; 4
v ki celaka sekali; bencana besar; rusak binasa: rumah tanggamu akan -- kalau
kauceraikan istrimu;
-- kubra kiamat besar ketika dunia
fana ini hancur;
-- sugra kiamat kecil, yaitu
kematian bagi tiap-tiap orang sejak dahulu kala hingga kiamat kubra
8. apel n 1 pohon yg buahnya
bundar, berdaging tebal dan mengandung air serta berkulit lunak yg warnanya
merah (kemerah-merahan) atau kuning (kekuning-kuningan), jika matang rasanya
manis kemasam-masaman; Pyrus malus; 2 buah pohon apel
9. serikat/se•ri•kat/ n 1
perkumpulan (perhimpunan, gabungan, dsb); 2 persekutuan (dagang); perseroan; 3
sekutu; kawan (dl perang dsb): Inggris segera akan berunding dng -- nya; kaum
--; negara-negara -- , negara-negara yg bersekutu (dl Perang Dunia Kedua);
-- buruh organisasi buruh di luar
perusahaan yg didirikan oleh para pekerja untuk melindungi atau memperbaiki
status ekonomi dan sosialnya melalui usaha kolektif;
-- dagang perseroan; kongsi;
-- sekerja perhimpunan orang yg
sama pekerjaannya;
berserikat/ber•se•ri•kat/ v 1
bersama-sama mengusahakan sesuatu (spt berdagang): kepala desa menganjurkan
agar orang-orang yg bermodal mau - untuk mendirikan perusahaan penggilingan
padi; 2 bersatu merupakan perkumpulan (gabungan, ikatan, dsb): kebanyakan kaum
buruh sudah insaf akan perlunya -; 3 bersekutu (dng); berkawan (dng): dl Perang
Dunia Kedua banyak negara yg - untuk membasmi fasisme;
menyerikati/me•nye•ri•kati/ v 1
berserikat dng; ikut serta; 2 menemani (dl penderitaan dsb);
menyerikatkan/me•nye•ri•kat•kan/ v
menyekutukan: - Allah, menganggap bahwa Allah lebih dr satu;
perserikatan/per•se•ri•kat•an/ n 1
perkumpulan; ikatan; perhimpunan; 2 perseroan; kongsi; 3 persekutuan;-
Bangsa-Bangsa organisasi yg terdiri atas bangsa-bangsa yg bersatu; - dagang
perseroan; kongsi
10. serang 1/se•rang / v,
menyerang/me•nye•rang/ v 1 mendatangi untuk melawan (melukai, memerangi, dsb);
menyerbu: penjahat yg - polisi itu sudah tertangkap; 2 melanda; melanggar;
menimpa (tt bencana, penyakit, dsb): banjir bandang baru-baru ini telah - kota
itu; 3 menentang (spt melancarkan kritik): ada yg membela, dan ada pula yg -
kebijakan pemerintah;- hari Mk menolak hujan; menangkal;
serang-menyerang/se•rang-me•nye•rang/
v saling melakukan serangan (serbuan); saling menyerang (menyerbu);
serang-serangan/se•rang-se•rang•an/
v berlatih saling menyerang;
terserang/ter•se•rang/ v 1 terkena
(menderita) serangan; terserbu; 2 menderita; dilanda (banjir, badai, dsb); 3
kejangkitan (tt penyakit): ibunya - wabah penyakit pes;
serangan/se•rang•an/ n perbuatan
menyerang (menyerbu); serbuan: pasukan pemerintah berhasil menggagalkan -
musuh;- balik Olr serangan yg dilakukan oleh pemain thd lawannya sebelum
lawannya menyelesaikan serangannya; - jantung terputusnya aliran darah ke
otot-otot yg menjadi lumpuh dan jantung berhenti memompa; - kombinasi serangan
yg didahului dng bermacam-macam gerakan (dl olahraga anggar); - langsung
serangan yg dilakukan secara langsung dng meluruskan tangan tanpa didahului dng
gerakan lain (dl olahraga anggar);
penyerang/pe•nye•rang/ n orang yg
menyerang (menyerbu); agresor;
penyerangan/pe•nye•rang•an/ n
proses, cara, perbuatan menyerang; penyerbuan; agresi
-- turunan Ling kata yg terbentuk
sbg hasil proses afiksasi, reduplikasi, atau penggabungan;
Kata dasar Kata turunan
1.satu :
disatukan, kesatuan, penyatu
2.lebar :
dilebarkan, pelebaran, pelebar
3.rumah :
dirumahkan, perumahan
4.cerdas :
dicerdaskan, pencerdasan
5.darat :
didaratkan, pendaratan
6. Imbuhan (awalan, sisipan,
akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasarnya.
Misalnya: bergeletar, dikelola, penetapan, menengok,
dll.
7. Jika bentuk dasar berupa
gabungan kata, awalan, atau akhiran, ditulis serangkai dengan kata yang
langsung mengikuti/mendahuluinya.
Misalnya: bertepuk tangan, garis bawahi, sebar luaskan.
8. Jika bentuk dasar yang berupa
gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus, unsur gabungan kata itu
ditulis serangkai.
Misalnya: menggarisbawahi, menyebarluaskan, dilipatgandakan,
penghancurleburan.
9. Jika salah satu unsur gabungan
kata hanya dipakai dalam kombinasi, gabungan kata itu ditulis serangkai.
Misalnya: ekstrakurikuler, telepon, transmigrasi,
pramuniaga, instropeksi, antarkota, mahasiswa, pascasarjana, semiprofesional,
dll.
10.tabrak :
menabrak, ditabrak, tabrakan
-- ulang Ling kata yg terjadi sbg
hasil reduplikasi, spt rumah-rumah, tetamu, dag-dig-dug;
1.Kata Ulang Utuh : hewan-hewan,
anak-anak, kata-kata, macam-macam, buru-buru,jenis-jenis.
2.Kata Ulang Sebagian: lelaki,
sesaji, leluhur, pepohonan, dedaunan, rerumputan, bebat
uan.
3.Kata Ulang Berubah Bunyi:
mondar-mandir, gerak-gerik, warna-warni, teka-teki,sayur- mayur, utak-atik, serba-serbi,
lauk-pauk, gotong-royong.
4.Kata Ulang Semu: kupu-kupu,
kura-kura, ubun-ubun, cumi-cumi, anai-anai, laba-laba, biri-biri, pura-pura.
5.Kata Ulang Berimbuhan: Berjaga-jaga, tolong-menolong,
bersalam-salaman, tarik-menarik, tolak-menolak, melihat-lihat, rumah-rumahan,
tukar-menukar, bermaaf-maafan, bersiap-siap, bersenang-senang, bersama-sama,
batu-batuan.
Makna kata ulang:
6. Bermacam-macam
Contoh: sayur-sayuran, buah-buahan, tumbuh-tumbuhan
7. Tindakan yang dilakukan berulang
Contoh: berkali-kali
8. Intensitas
Contoh: bolak-balik, mondar-mandir
9. Melemahkan
Contoh: sakit-sakitan, kekanak-kanakan
10. Perihal
Contoh: Jahit-menjahit, masak-memasak
Gabungan kata biasa disebut kata
majemuk, termasuk istilah khusus, unsur-unsurnya ditulis terpisah. Gabungan
kata, termasuk istilah khusus, yang mungkin menimbulkan kesalahan pengertian
dapat ditulis dengan tanda hubung untuk menegaskan pertalian unsur yang
bersangkutan. Gabungan kata berikut ditulis serangkai
1. Duta besar
2. Kambing hitam
3. Simpang empat
4. Alat pandang-dengar
5. Ibu-bapak kami
6. Saputangan
7. Dukacita
8. Kasatmata
9. Kereta api
10. Acapkali
Tidak ada komentar:
Posting Komentar