Rabu, 07 Oktober 2015

dasar Ling kata-kata yg menjadi dasar bentukan kata yg lebih besar, msl jual menjadi dasar bentuk jualan kata jualan menjadi dasar bentukan kataberjualan;
1.bapak/ba•pak/ n 1 orang tua laki-laki; ayah; 2 orang laki-laki yg dl pertalian kekeluargaan boleh dianggap sama dng ayah (spt saudara laki-laki ibu atau saudara laki-laki bapak): -- kecil; -- tiri; 3 orang yg dipandang sbg orang tua atau orang yg dihormati (spt guru, kepala kampung); 4 panggilan kpd orang laki-laki yg lebih tua dr yg memanggil; 5 orang yg menjadi pelindung (pemimpin, perintis jalan, dsb yg banyak penganutnya): Ki Hadjar Dewantara dipandang sbg -- Pendidikan Nasional; 6 cak pejabat: biaya menghibur dan menjamu makan -- dianggap mengurangi laba kotor perusahaan;
-- ayam cak bapak yg tidak memikirkan anaknya;
-- badari cak pemimpin yg memakai nama pengikutnya untuk memperoleh keuntungan;
-- bangsa bapak pejuang kemerdekaan, perintis dan pendiri negara republik;
-- besar 1 kakek; 2 paman yg tua;
-- bungsu paman termuda yg dianggap sbg ayah;
-- kecil adik laki-laki ibu (bapak); paman;
-- muda bapak kecil;
-- pendiri 1 pendiri suatu lembaga atau pergerakan; 2 tokoh yg dianggap sbg yg meletakkan dasar pendirian suatu negara;
-- tiri laki-laki (bukan ayah) yg kawin dng ibu kandung;
-- tua kakak laki-laki ibu (bapak);
2.sangat/sa•ngat/ adv 1 terlebih-lebih (halnya, keadaannya, dsb); amat; terlalu: rumahnya -- jauh dr sini; 2 payah (tt penyakit); teruk: penyakitnya bertambah --; 3 sungguh-sungguh: Bapak diminta dng -- supaya datang di kantor hari ini;
sangat-sangat/sa•ngat-sa•ngat/ adv 1 terlampau amat: berita itu - memedihkan; 2 dng sungguh-sungguh (benar-benar): meminta -;
bersangatan/ber•sa•ngat•an/ adv amat sangat;
menyangatkan/me•nya•ngat•kan/ v menjadikan sangat (hebat, keras, parah, dsb): kematian ayahnya yg disusul oleh kematian ibunya - kesedihannya;
tersangat/ter•sa•ngat/ v teramat sangat;
mempersangat/mem•per•sa•ngat/ v menjadikan lebih hebat (keras, parah, dsb); menyebabkan bertambah sangat; memperhebat: penghinaannya yg berulang kali - kebencianku kepadanya; obat itu - penyakitnya, bukan mengurangi;
mempersangatkan/mem•per•sa•ngat•kan/ v mempersangat;
kesangatan/ke•sa•ngat•an/ a melampaui batas (tt tingkah laku); keterlaluan: kenakalannya - sehingga ia dibenci orang
3.bus 1 n kendaraan bermotor angkutan umum yg besar, beroda empat atau lebih, yg dapat memuat penumpang banyak;
-- antarkota bus yg melayani angkutan penumpang antara kota yg satu dan kota yg lain;
-- cepat bus yg melayani secara cepat angkutan penumpang antara satu tempat (kota) dan tempat (kota) lain, tanpa berhenti dan tidak menaikkan penumpang di tengah jalan;
-- karyawan bus pegawai;
-- kota bus yg melayani angkutan penumpang di dl kota;
-- malam bus yg melayani angkutan penumpang pd malam hari;
-- pasar bus yg digunakan khusus untuk melayani angkutan pasar;
-- patas bus umum yg melayani angkutan penumpang secara cepat (waktunya) dan terbatas (sesuai dng jumlah tempat duduk);
-- pegawai bus yg digunakan khusus untuk mengangkut pegawai;
-- sekolah bus yg khusus melayani angkutan murid-murid sekolah;
-- tingkat bus yg mempunyai dua lantai dan sekaligus dua ruang penumpang dng sistem tingkat;
-- wisata bus yg digunakan khusus untuk melayani perjalanan wisata
4. diri 1/di•ri / n 1 orang seorang (terpisah dr yg lain); badan: ia menyesali -- nya; untuk kepentingan -- nya sendiri; 2 tidak dng yg lain: pekerjaan itu dilakukannya seorang --; 3 dipakai sbg pelengkap beberapa kata kerja untuk menyatakan bahwa penderitanya atau tujuannya adalah badan sendiri:janganlah bunuh -- , kasihanilah anak- anakmu; kami minta -- , hari sudah menjelang magrib; 4 Sas engkau: pergilah -- lekas-lekas
5. malaikat/ma•lai•kat/ n makhluk Allah yg taat, diciptakan dr cahaya, mempunyai tugas khusus dr Allah;
-- Atid malaikat yg bertugas mencatat perbuatan jahat manusia;
-- Israfil malaikat yg bertugas meniup sangkakala (pd hari kiamat dan hari kebangkitan);
-- Izrail malaikat yg bertugas mencabut nyawa;
-- Jibril malaikat yg bertugas menyampaikan wahyu kpd para rasul dan nabi;
-- Malik malaikat yg bertugas menjaga neraka;
-- Mikail malaikat yg bertugas menurunkan rezeki untuk manusia;
-- Munkar dan Nakir malaikat yg bertugas menanyai mayat di dl kubur;
-- Pelindung Kat malaikat yang bertugas menjaga dan membimbing manusia;
-- Rakib malaikat yg bertugas mencatat kebaikan manusia;
-- Ridwan malaikat yg bertugas menjaga surga
6. amal n 1 perbuatan (baik atau buruk): ia dihormati orang krn -- nya yg baik, bukan krn kedudukan atau kekayaannya; 2 perbuatan baik yg mendatangkan pahala (menurut ajaran agama Islam): berbuat -- kpd fakir miskin; salat adalah -- ibadat manusia kpd Allah; 3 yg dilakukan dng tujuan untuk berbuat kebaikan thd masyarakat atau sesama manusia (memberi derma, mengumpulkan dana untuk membantu korban bencana alam, penyandang cacat, orang jompo, anak yatim piatu, dsb): membuka dompet -- , mengumpulkan sumbangan melalui surat kabar untuk menyumbang korban banjir dsb: penjualan prangko --; penyelenggaraan pertunjukan --;
-- ibadah Isl perbuatan yg merupakan pengabdian kpd Allah, spt salat dan zakat;
-- jariah Isl perbuatan baik untuk kepentingan masyarakat (umum) yg dilakukan terus-menerus dan tanpa pamrih; perbuatan sosial;
-- saleh Isl perbuatan yg sungguh-sungguh dl menjalankan ibadah atau menunaikan kewajiban agama spt perbuatan baik thd sesama manusia;
beramal/ber•a•mal/ v 1 berbuat kebajikan; memberi sumbangan atau bantuan kpd orang miskin, organisasi sosial, dsb; 2 melakukan sesuatu yg baik, spt memberi nasihat, bekerja untuk kepentingan masyarakat, mengajarkan ilmu, mengaji; 3 berdoa, memohon kpd Tuhan: tebal imannya dan rajin ~; 4berbuat amal;
mengamalkan/meng•a•mal•kan/ v 1 melaksanakan; menerapkan: ~ ilmunya bagi masyarakat; 2 menunaikan (kewajiban, tugas, dsb): almarhum telah ~ kewajibannya sbg pahlawan bangsa; 3 menyampaikan (cita-cita, maksud, hasrat,dsb): pemuda yg kreatif itu hendak ~ gagasannya; 4 mendermakan; menyumbangkan: ia memutuskan akan ~ hadiah yg diterimanya untuk anak-anak cacat;
amalan/amal•an/ n 1 perbuatan (baik): tiap ~ yg baik ada pahalanya; 2 perbuatan, bacaan yg harus dikerjakan dl rangkaian ibadah, spt dl ibadah haji dan salat;
pengamal/peng•a•mal/ n 1 (orang) yg melaksanakan atau menerapkan suatu gagasan (doktrin, falsafah); pelaksana; penerap: alat negara seyogianya sekaligus berfungsi sbg penggerak dan ~ Pancasila; 2 (orang) yg beramal atau mengamalkan sesuatu (harta, ilmu);
pengamalan/peng•a•mal•an/ n 1 proses, cara, perbuatan mengamalkan, melaksanakan; pelaksanaan; penerapan; 2 proses, cara, perbuatan menunaikan (kewajiban, tugas); 3 proses, cara, perbuatan menyampaikan (cita-cita, gagasan); 4 proses, cara, perbuatan menyumbangkan atau mendermakan
7. kiamat /ki•a•mat / 1 n hari kebangkitan sesudah mati (orang yg telah meninggal dihidupkan kembali untuk diadili perbuatannya); 2 n hari akhir zaman (dunia seisinya rusak binasa dan lenyap): sampai -- ia tidak akan dapat mengerjakannya; 3 v berakhir; tidak akan muncul lagi: kekalahan yg beruntun, baik dl perebutan Piala Thomas maupun dl Asian Games baru-baru ini, membuat dunia bulu tangkis Indonesia spt akan --; 4 v ki celaka sekali; bencana besar; rusak binasa: rumah tanggamu akan -- kalau kauceraikan istrimu;
-- kubra kiamat besar ketika dunia fana ini hancur;
-- sugra kiamat kecil, yaitu kematian bagi tiap-tiap orang sejak dahulu kala hingga kiamat kubra
8. apel n 1 pohon yg buahnya bundar, berdaging tebal dan mengandung air serta berkulit lunak yg warnanya merah (kemerah-merahan) atau kuning (kekuning-kuningan), jika matang rasanya manis kemasam-masaman; Pyrus malus; 2 buah pohon apel
9. serikat/se•ri•kat/ n 1 perkumpulan (perhimpunan, gabungan, dsb); 2 persekutuan (dagang); perseroan; 3 sekutu; kawan (dl perang dsb): Inggris segera akan berunding dng -- nya; kaum --; negara-negara -- , negara-negara yg bersekutu (dl Perang Dunia Kedua);
-- buruh organisasi buruh di luar perusahaan yg didirikan oleh para pekerja untuk melindungi atau memperbaiki status ekonomi dan sosialnya melalui usaha kolektif;
-- dagang perseroan; kongsi;
-- sekerja perhimpunan orang yg sama pekerjaannya;
berserikat/ber•se•ri•kat/ v 1 bersama-sama mengusahakan sesuatu (spt berdagang): kepala desa menganjurkan agar orang-orang yg bermodal mau - untuk mendirikan perusahaan penggilingan padi; 2 bersatu merupakan perkumpulan (gabungan, ikatan, dsb): kebanyakan kaum buruh sudah insaf akan perlunya -; 3 bersekutu (dng); berkawan (dng): dl Perang Dunia Kedua banyak negara yg - untuk membasmi fasisme;
menyerikati/me•nye•ri•kati/ v 1 berserikat dng; ikut serta; 2 menemani (dl penderitaan dsb);
menyerikatkan/me•nye•ri•kat•kan/ v menyekutukan: - Allah, menganggap bahwa Allah lebih dr satu;
perserikatan/per•se•ri•kat•an/ n 1 perkumpulan; ikatan; perhimpunan; 2 perseroan; kongsi; 3 persekutuan;- Bangsa-Bangsa organisasi yg terdiri atas bangsa-bangsa yg bersatu; - dagang perseroan; kongsi
10. serang 1/se•rang / v, menyerang/me•nye•rang/ v 1 mendatangi untuk melawan (melukai, memerangi, dsb); menyerbu: penjahat yg - polisi itu sudah tertangkap; 2 melanda; melanggar; menimpa (tt bencana, penyakit, dsb): banjir bandang baru-baru ini telah - kota itu; 3 menentang (spt melancarkan kritik): ada yg membela, dan ada pula yg - kebijakan pemerintah;- hari Mk menolak hujan; menangkal;
serang-menyerang/se•rang-me•nye•rang/ v saling melakukan serangan (serbuan); saling menyerang (menyerbu);
serang-serangan/se•rang-se•rang•an/ v berlatih saling menyerang;
terserang/ter•se•rang/ v 1 terkena (menderita) serangan; terserbu; 2 menderita; dilanda (banjir, badai, dsb); 3 kejangkitan (tt penyakit): ibunya - wabah penyakit pes;
serangan/se•rang•an/ n perbuatan menyerang (menyerbu); serbuan: pasukan pemerintah berhasil menggagalkan - musuh;- balik Olr serangan yg dilakukan oleh pemain thd lawannya sebelum lawannya menyelesaikan serangannya; - jantung terputusnya aliran darah ke otot-otot yg menjadi lumpuh dan jantung berhenti memompa; - kombinasi serangan yg didahului dng bermacam-macam gerakan (dl olahraga anggar); - langsung serangan yg dilakukan secara langsung dng meluruskan tangan tanpa didahului dng gerakan lain (dl olahraga anggar);
penyerang/pe•nye•rang/ n orang yg menyerang (menyerbu); agresor;
penyerangan/pe•nye•rang•an/ n proses, cara, perbuatan menyerang; penyerbuan; agresi
-- turunan Ling kata yg terbentuk sbg hasil proses afiksasi, reduplikasi, atau penggabungan;
Kata dasar        Kata turunan
1.satu           :    disatukan, kesatuan, penyatu
2.lebar          :    dilebarkan, pelebaran, pelebar
3.rumah        :    dirumahkan, perumahan
4.cerdas       :    dicerdaskan, pencerdasan
5.darat          :    didaratkan, pendaratan
6. Imbuhan (awalan, sisipan, akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasarnya.
Misalnya:    bergeletar, dikelola, penetapan, menengok, dll.
7. Jika bentuk dasar berupa gabungan kata, awalan, atau akhiran, ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti/mendahuluinya.
Misalnya:    bertepuk tangan, garis bawahi, sebar luaskan.
8. Jika bentuk dasar yang berupa gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus, unsur gabungan kata itu ditulis serangkai.
Misalnya:    menggarisbawahi, menyebarluaskan, dilipatgandakan, penghancurleburan.
9. Jika salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi, gabungan kata itu ditulis serangkai.
Misalnya:    ekstrakurikuler, telepon, transmigrasi, pramuniaga, instropeksi, antarkota, mahasiswa, pascasarjana, semiprofesional, dll.
10.tabrak   : menabrak, ditabrak, tabrakan
-- ulang Ling kata yg terjadi sbg hasil reduplikasi, spt rumah-rumah, tetamu, dag-dig-dug;
1.Kata Ulang Utuh : hewan-hewan, anak-anak, kata-kata, macam-macam, buru-buru,jenis-jenis.
2.Kata Ulang Sebagian: lelaki, sesaji, leluhur, pepohonan, dedaunan, rerumputan, bebat
   uan.
3.Kata Ulang Berubah Bunyi: mondar-mandir, gerak-gerik, warna-warni, teka-teki,sayur-        mayur, utak-atik, serba-serbi, lauk-pauk, gotong-royong.
4.Kata Ulang Semu: kupu-kupu, kura-kura, ubun-ubun, cumi-cumi, anai-anai, laba-laba, biri-biri, pura-pura.
   5.Kata Ulang Berimbuhan: Berjaga-jaga, tolong-menolong, bersalam-salaman, tarik-menarik, tolak-menolak, melihat-lihat, rumah-rumahan, tukar-menukar, bermaaf-maafan, bersiap-siap, bersenang-senang, bersama-sama, batu-batuan.
Makna kata ulang:
   6. Bermacam-macam
     Contoh: sayur-sayuran, buah-buahan, tumbuh-tumbuhan
    7. Tindakan yang dilakukan berulang
      Contoh: berkali-kali
    8. Intensitas
       Contoh: bolak-balik, mondar-mandir
    9. Melemahkan
       Contoh: sakit-sakitan, kekanak-kanakan
    10. Perihal
        Contoh: Jahit-menjahit, masak-memasak
Gabungan kata biasa disebut kata majemuk, termasuk istilah khusus, unsur-unsurnya ditulis terpisah. Gabungan kata, termasuk istilah khusus, yang mungkin menimbulkan kesalahan pengertian dapat ditulis dengan tanda hubung untuk menegaskan pertalian unsur yang bersangkutan. Gabungan kata berikut ditulis serangkai
1. Duta besar
2. Kambing hitam
3. Simpang  empat
4. Alat pandang-dengar
5. Ibu-bapak kami
6. Saputangan
7. Dukacita
8. Kasatmata
9. Kereta api

10. Acapkali

Tidak ada komentar:

Posting Komentar